BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Minggu, 28 November 2010

ADIWIYATA SMP NEGERI 26

ADIWIYATA adalah program terhadap sekolah yang mewujudkan sekolah berwawasan dan peduli lingkungan
Apa Itu ADIWIYATA ?

Adiwiyata mempunyai pengertian atau makna: Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

TUJUAN PROGRAM ADIWIYATA
Menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berINDIKATOR DAN KRITERIA PROGRAM ADIWIYATA

A. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

            Pengembangan kebijakan sekolah tersebut antara lain:
1. Visi dan misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
2. Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup.
3. Kebijakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (tenaga kependidikan dan
non-kependidikan) di bidang pendidikan lingkungan hidup.
4. Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam.
5. Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan s e k o l a h yang bersih dan sehat.
6. Kebijakan sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan
masalah lingkungan hidup.
kelanjutan.


B. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan
            Pengembangan kurikulum tersebut dapat dilakukan antara lain:
1. Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran.
2. Penggalian dan pengembangan materi dan persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar.
3. Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya.
4. Pengembangan kegiatan kurikuler untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.

C. Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif
Kegiatan-kegiatan tersebutantara lain:
1. Menciptakan kegiatan ekstra kurikuler/kurikuler di bidang lingkungan hidup berbasis patisipatif di sekolah.
2. Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar.
3. Membangun kegiatan kemitraan atau memprakarsai pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.

D. Pengelolaan dan atau Pengembangan Sarana Pendukung Sekolah
Dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan perlu didukung sarana dan prasarana yang mencerminkan upaya pengelolaan lingkungan hidup, antara lain meliputi:

1. Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup.
2. Peningkatan kualitas penge-lolaan lingkungan di dalam dan di luar kawasan sekolah.
3. Penghematan sumberdaya alam (listrik, air, dan ATK).
4. Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat.
5. Pengembangan sistem pengelolaan sampah.

TUNAS HIJAU SMP NEGERI 26 Surabaya

SMPN 26 Terus Bergiat Menjadi Sekolah Berbudaya Lingkungan Hidup
Surabaya- Adinda, siswa kelas 7A SMP Negeri 26 Surabaya mengusulkan gerakan membawa tas belanja dari kain atau tas sekolah bagi warga sekolah saat berbelanja. Usulan Adinda ini disampaikan di depan 40-an siswa sekolahnya yang mengikuti pembinaan lingkungan hidup bersama Tunas Hijau, Selasa (15/6). “Penggunaan kantong plastik yang cenderung sekali pakai dan menjadi menjadi sampah seharusnya dikurangi dengan membawa tas belanja sendiri yang lebih awet. Bila ini menjadi gerakan pasti akan mengurangi jumlah sampah plastik yang dihasilkan,” usul Adinda.

Berbeda dengan usul Adinda, Fitria, siswa kelas 8D, mengusulkan ada peraturan yang mengharuskan seluruh warga sekolah melepas sepatu ketika masuk kamar mandi untuk mengurangi pemakaian air yang berlebihan. Sementara itu, Fahrul, siswa kelas 8H, mengusulkan program 5 menit bersih-bersih sampah sebelum jam pelajaran pertama atau sebelum pulang sekolah. “Program ini untuk memastikan bahwa sekolah selalu dalam keadaan bersih,” ungkap Fahrul.

Sementara itu, setelah pembinaan lingkungan hidup bersama siswa anggota Tim Hijau SMP Negeri 26 Surabaya, Tunas Hijau melanjutkan sesi sharing dengan beberapa orang tim guru lingkungan hidup sekolah. Ada tiga orang guru yang mengikuti sharing itu. Mereka adalah Eko Widayani, Sri Murwati dan Titik Yusfrianti. “Hasil dari pelaksanaan program lingkungan hidup di sekolah ini sangat nampak. Tidak lagi banyak sampah berserakan di sekolah ini seperti beberapa tahun sebelumnya,” kata aktivis senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni mengawali sharing itu.

Komitmen pimpinan SMP Negeri 26 pada lingkungan hidup sepertinya sudah bagus, terbukti dengan beberapa kebijakan lingkungan hidup yang dibuat dalam setahun terakhir. “Kebijakan itu seperti keharusan untuk mematikan mesin sepeda motor mulai gerbang sekolah dan adanya aturan yang mengharuskan siswa membawa piring dan gelas sendiri ke sekolah untuk mengurangi sampah plastik yang dihasilkan. Ada juga kantin apung sekolah yang akan menerapkan prinsip eco canteen, yang saat ini dalam penyelesaian fisik bangunannya,” kata Zamroni kepada ketiga guru lingkungan hidup SMP Negeri 26 Surabaya.

Disampaikan Zamroni bahwa untuk penerapan pendidikan lingkungan hidup berkelanjutan dan mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan hidup, maka dibutuhkan partisipasi aktif dari seluruh warga sekolah. “Tidak boleh hanya tujuh orang guru yang ditunjuk mengurusi lingkungan hidup saja yang berpartisipasi. Semua guru, semua karyawan, semua siswa dan orang tua harus berpartisipasi aktif pada program lingkungan hidup. Prinsip berkelanjutan juga harus diterapkan,” tambah presiden Tunas Hijau ini. (roni)